News

Senin, 26 Mei 2008

Champion Gathering Meeting
by Laura

Keterbukaan adalah awal dari pemulihan

Sebuah semboyan yang mungkin tidak asing lagi bagi setiap kita. Jumat dan Sabtu kemarin, Bethany International Church mengadakan Champion Gathering meeting yang kedua. Meeting ini dihadiri oleh kelas SPK yang kedua. Champion Gathering ini sedikit berbeda dengan meeting yang terdahulu dan topic-topik yang dibahas pun agak berbeda. Secara overall, CG meeting kali ini membahas tentang bagaimana kita bisa memiliki sikap hati yang benar sebagai umat pemenang yang sudah dibebaskan.

Session pertama hari Jumat malam, memiliki tema ‘Memiliki Hati Bapa’. Diikuti tema ‘Memiliki Hati yang Benar’, ‘Memiliki Hati Yang Merdeka’, ‘Memiliki Hati Yang Penuh Roh’, dan ‘Memiliki Hati, Jiwa dan Tubuh yang Sehat’ pada hari Sabtu. Sebagai ilustrasi dari topic-topik yang ada, beberapa cuplikan video juga dipertontonkan. Para peserta juga diberikan waktu untuk sharing dan membahas pengalaman pribadi mereka. Mungkin sesuatu yang tidak setiap hari bisa kita lakukan.

Salah satu bagian yang paling penting adalah bagaimana setiap orang didoakan supaya mereka boleh dilepaskan dari segala keterikatan dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada. Mereka juga didoakan supaya boleh mengalami kepenuhan Roh Kudus.

Di akhir meeting, setiap peserta CG diminta untuk memberikan kesaksian. Para peserta CG merasa mereka banyak belajar hal baru tentang sikap hati benar dan mereka juga merasa mereka makin bertumbuh dan dikuatkan melalui acara CG ini.

Salah satu kesaksian dari seorang peserta CG:

“Saya bersyukur ikut Champion Gathering,karena Tuhan menyentuh hati saya dan mengingatkan saya tentang satu hal yang ternyata selama ini masih saya simpan di dalam hati. Saya pikir saya sudah melepaskannya, tapi ternyata waktu di CG, Tuhan yang katakan kalau hal itu masih ada di dalam hati saya.

Jadi waktu itu ada orang yang secara tidak langsung menyebarkan fitnah tentang keluarga saya. Padahal bisa dibilang orang itu adalah sahabat keluarga saya. Gara-gara orang itu keluarga saya hampir jadi berantakan. Saya waktu itu marah sekali dan rasanya mau membalas. Apalagi waktu itu sempat ketemu dan dia pura-pura baik di depan keluarga saya. Saya marah karena dia membalas kebaikan keluarga saya dengan kejahatan dan perbuatan dia sudah menyakiti hati orang tua saya.

Tapi saya bersyukur, setelah di CG ini Tuhan mengingatkan kalau saya harus mengampuni dia, apalagi orang tua saya juga sudah mengampuni dia. Sekarang, saya sudah tidak benci lagi sama orang itu. Saya bahkan bisa mengucapkan berkat buat dia kemarin waktu di CG. Itu semua karena Tuhan Yesus yang memampukan saya.”

Biar segala pujian, hormat, dan kemuliaan kita kembalikan kepada Tuhan. Saya percaya Roh Kudus akan terus bekerja dalam setiap kita. Tuhan memberkati.

Upcoming Events

Sunday, Aug 1 at 10:00 am
Friday, Aug 6, All day
Sunday, Aug 8 at 10:00 am
Monday, Aug 9, All day
Share on Facebook