News

Minggu, 13 Juli 2008

Excellent Servant Camp
by Laura

Mulai Kamis malam kemarin, BIC Auckland mengadakan sebuah ‘camp’ singkat yang disebut ESC. Camp ini dilayani oleh Pak Yosafat dan Pak Edi yang datang dari Sydney. Acara yang sangat dasyat dan berbeda dari acara-acara lainnya. Banyak orang yang dilawat, ditegur dan dijawab Tuhan.

Session pertama pada Kamis malam berisi tentang latar belakang diadakannya camp ini. Bagaimana di dalam camp ini kita diajar untuk melayani Tuhan secara sempurna sehingga kita bisa dipakai Tuhan untuk menjadi seorang pembuat sejarah. Camp dilanjutkan oleh session ‘Gambar Diri’ pada Jumat malam. Banyak dari kita yang masih memiliki gambar diri yang salah. Gambar diri yang benar adalah siapa kita sebenarnya ditambah dengan apa kata Tuhan tentang kita. 

Hari Sabtu kita mengadakan 4 session, dimulai dengan ‘Otoritas dan Bapa Rohani’, ‘Nilai Luhur Pelayanan’,  ‘Hati Nurani dan Integritas’, dan ‘Penyerahan Hak’. Sebagai seorang tentara Allah, kita sudah tidak memiliki hak lagi. Tuhan sudah membayar kita lunas dan sebagai laskar Kristus kita harus mau taat kepada otoritas yang sudah Tuhan tempatkan atas kita. Baik itu gembala atau pemimpin gereja, boss kita di kantor, orang tua, atau bahkan suami kita. Kita juga harus memiliki hati nurani dan intergritas dalam apapun juga. Di tengah-tengah dunia yang penuh kebohongan, integritas adalah hal yang banyak dicari.

Berikut adalah salah satu kesaksian peserta camp..

‘Saya pernah mendengar program ESC sebelumnya. Tetapi saya pikir acara ini sama dengan seminar lainnya. Pertamanya saya senang karena tidak diundang untuk hadir dan saya ngga usah cape-cape datang. Singkat cerita, saya tiba-tiba diundang datang dan entah kenapa saya langsung meng-iya-kan. 

Beberapa bulan terakhir saya merasa hidup saya biasa-biasa saja. Saya bangun, kerja, pulang, tidur, dan terus mengulang hal yang sama. Saya merasa kosong. Tapi entah kenapa acara ini membuat saya sangat bersemangat. Saya sangat bersyukur dan bersuka cita saya terlibat dalam ESC ini. Dalam salah satu session, saya juga dijamah Tuhan dengan luar biasa. Selama ini ada satu kebiasaan buruk yang saya simpan. Tapi Tuhan tegur saya dan ingatkan kalau saya mau sungguh-sungguh dipulihkan, saya harus mau terbuka dan lakukan sesuatu tentang hal ini. Akhirnya dengan semua keberanian yang ada, saya menghampiri Pak Marcel dan minta untuk dilepaskan. Sekarang saya merasa lebih enak dan puji Tuhan untuk pekerjaanNya.’

Saudara, keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Seberapa besar kita membuka hati kita, segitu besar Tuhan akan memulihkan kita. Biar Tuhan terus bekerja dalam kehidupan setiap kita.

Kembali 

Upcoming Events

Sunday, Aug 1 at 10:00 am
Friday, Aug 6, All day
Sunday, Aug 8 at 10:00 am
Monday, Aug 9, All day
Share on Facebook