Minggu, 20 Juli 2008
Youth Bethany Auckland Winter Camp, "The Chosen One"
by Laura
Hari Senin-Kamis minggu lalu, youth Bethany Auckland mengadakan sebuah camp di Rotorua. Tema dari camp ini adalah “The Chosen One”. Tujuan dari camp ini adalah supaya para pemuda/pemudi sungguh-sungguh menyadari bahwa mereka adalah umat pilihan. Acara yang sangat dasyat dan melebihi expectation para panitia.
Acara camp ini dilayani oleh Ps. Yosafat Prawiro dan Kak Eddy dari Sydney. Hari pertama, kita memiliki 1 KKR dibawakan oleh Ps Yosafat. Dia berbicara tentang ‘Intimacy that produces breakthrough’. Dia mengambil ayat dari Yohanes, tentang bagaimana Maria memiliki sikap hati yang intim, percaya dan berserah. Hari kedua, kita memiliki 2 session dan 1 session tanya jawab. Malam harinya ditutup oleh KKR hari kedua. Di sini Kak Eddy membagikan pengalaman hidupnya. Dia men-challenge setiap peserta camp untuk menjadi berkat buat keluarga kita, buat orang-orang di sekitar kita sehingga mereka juga boleh mengenal Yesus.
Kesaksian demi kesaksian dinyatakan oleh stiap peserta camp. Salah satu yang sangat special adalah kesaksian yang dibagikan oleh Fendy. Dia bilang bahwa setiap hal yang dibagikan oleh Kak Eddy sungguh-sungguh mengena ke dia. Akhirnya Fendy memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus dan dibaptis. Panitia kemudian memustuskan untuk merubah daftar acara dan memutuskan untuk mengadakan baptisan air pada hari berikutnya. Tuhan benar-benar baik dan dasyat.
Hari ketiga, pagi-pagi dibuka oleh session ‘5 penghalang untuk seorang yang dipilih’. Ayatnya diambil dari 1 Korintus 10:10 di mana di situ diberitahukan tentang 5 dosa Israel, yang adalah: berbuat jahat, dosa seksual, mencobai Tuhan, bersungut-sungut dan penyembahan berhala. Setelah session pertama, kita semua pergi ke danau Rotorua di mana 2 orang akhirnya memutuskan untuk dibaptis, mereka adalah Fendy dan Jovita. Pertama air begitu dingin, tapi kemudian kita berdoa dan Tuhan
sungguh-sungguh menunjukkan kuasaNya. Tiba-tiba matahari keluar ke arah kita. Setelah itu kita juga pergi ke Pulau Mokoia, di mana kita semua belajar tentang kebudayaan Maori.
Malam hari, kita mengadakan KKR yang ketiga. Temanya adalah “How to be a history maker”. Setiap peserta dibekali dengan cara-cara untuk menjadi history maker. Apabila kita percaya, kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Kemudian para peserta camp didoakan, demikian juga dengan panitia.
Hari terakhir, acara ditutup dengan talent show dari tiap kelompok dan kemudian begitu banyak orang rindu untuk bersaksi. Begitu besar lawatan Tuhan dapat dirasakan.
Sedikit latar belakang tentang camp, apabila kita melihat ke belakang, rasanya begitu sulit untuk camp ini bisa terjadi. Tapi selama persiapan terjadi, hari demi hari Tuhan makin menunjukkan keajaibanNya. Tidak ada yang mustahil buat DIA. Sekarang, kami sangat bersyukur atas camp ini dan biar setiap peserta boleh terus maju dan sungguh-sungguh menunjukkan kehidupan seorang yang sudah dipilih oleh Allah sendiri.